Beramal untuk bekal nanti


BERAMAL UNTUK BEKAL HARI PEMBALASAN

📖 📖________✒

Saudaraku seiman …

Para jamaah kaum Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, marilah kita beramal untuk MENGHADAPI hari pembalasan.

Yaitu suatu hari, saat semua rahasia bakal terbuka, perkara-perkara yang disimpan di dalam dada nampak menjadi nyata, dan isi hati akan diketahui.

Suatu hari, yang orang-orang durhaka mendapatkan celaka, segala dosa diperiksa, baik dosa-dosa kecil maupun dosa-dosa besar.

Suatu hari yang kehinaan dikenakan atas semua orang yang senang melanggar perjanjian dan berbuat kecurangan.

Pada hari Kiamat timbangan-timbangan amal ditegakkan, buku-buku catatan amal diperlihatkan. Semua orang mendapatkan BALASAN amal perbuatan masing-masing.

Orang yang berbahagia akan mengambil buku catatan amalnya dengan tangan kanannya, sedangkan orang yang celaka mengambil buku catatan amalnya dengan tangan kirinya.

Maka alangkah rugi, orang yang berbuat zalim dan maksiat.
Sebaliknya, alangkah berbahagia orang-orang beriman yang menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya.

Marilah kita bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sesungguhnya takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan sandaran keselamatan.

Hendaklah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap berbagai kenikmatan dan kebaikan yang telah Dia anugerahkan.

Kita juga wajib untuk meniti jalan Salafush-Shalih, dan merenungkan kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berupa al-Kitab dan as-Sunnah.

Selanjutnya, perhatikanlah keadaan orang-orang kafir yang ada sebelum kita. Mereka berlaku sombong di muka bumi, memiliki berbagai cita-cita, dan juga menumpuk harta.

Namun telah datang kepada mereka kematian yang menghancurkan segala kesenangan.
Ternyata ajal lebih dekat dibandingkan cita-cita mereka, musibah menyerang dengan segera, tanpa menunda dan tanpa memberikan kesempatan.

Sehingga kenikmatan dunia berubah menjadi siksaan di akhirat.

Saudaraku seiman …

Memiliki cita-cita, menjadi orang kaya, tidaklah dilarang dalam Islam.
Namun hendaknya cita-cita kehidupan dunia dan kekayaan yang dimiliki tidaklah membuat kita tenggelam melupakan kehidupan setelah kematian.

Semestinya cita-cita dan kekayaan tersebut kita jadikan sebagai sarana untuk semakin tunduk dan taat kepada Allah. Menjadikan kekayaan yang dimiliki sebagai salah satu ibadah yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang yang tak punya .

Dengan harta seseorang bisa bersedekah, membangun masjid, berderma, naik haji ke baitullah.

Dan dengan cita-cita dan kedudukan yang tinggi seseorang bisa menggunakan pengaruhnya agar orang lain mudah dalam beribadah, agar orang lain semakin dekat kepada Allah Ta’ala.

Marilah kita bertakwa kekpada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Marilah hitung amal kita sebelum dihitung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Amal kita timbang sebelum ditimbang oleh Allah Yang Maha Kuasa.

Persiapkan diri kita menghadapi pertemuan yang paling besar dengan Allah Ta’ala.
Sama sekali tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.

Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.

Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka KEKAL di dalam neraka Jahannam.

Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.

Bukanlah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

Mereka berkata :

”Ya Rabb kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang tersesat. Ya Rabb kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”.

Allah berfirman :

”Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo’a (di dunia) : ”Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka, Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.

(QS. al-Mukminun: 101-111)

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu memberikan taufik kepada kita dalam mengarungi kehidupan dunia yang berat ini, kehidupan yang penuh akan godaan syahwat dan syubhat, dengan taufik dan pertolongan-nya lah kita bisa selamat dalam kehidupan dunia ini, dan menjadi seorang yang sukses di kehidupan berikutnya. Allahumma aamiin…

✍🏼 Majalah As-Sunnah, Edisi 09 / Tahun XVI / Shafar, 1434 H dengan tambahan dari tim KhotbahJumat.com

Oleh : Mutiara Risalah Islam

>>>>>>>🌺🌺<<<<<<<<<

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: