APAKAH TERCATAT BAGINYA PAHALA JIKA TIDAK MENGHADIRKAN NIAT IBADAH DALAM MELAKUKAN AMALAN MUBAH


Silsilah Fatawa Fiqih Ibadah

Fadhilatus Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahulloh.

Pertanyaan:

Seseorang apabila tidak merubah (niat) dari amalan-amalan mubah kepada ibadat, apakah akan mendapatkan pahala?

Jawaban:

Apabila dia melakukan amalan mubah dan dia tidak meniatkan bahwasanya itu adalah ibadah maka tidak ada padanya pahala kecuali apabila padanya ada kemanfaatan bagi pihak lain, contoh:

Seseorang memberi makan keluarganya yang wajib untuk diberi nafkah kemudian dia memberi mereka makan, maka di sini terkadang tidak dihadirkan niat, namun baginya pahala.

Demikian pula jika dia menanam biji-bijian atau menanam kurma kemudian burung-burung makan darinya, atau hewan ternak, atau manusia; maka tercatat baginya pahala.

Liqo al-bab al-maftuh [5]

__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: