PKP BAB II


BAB II
KAJIAN TEORI
A.Landasan Teori

1.Minat
a.Pengertian Minat
1.Menurut kamus besar Bahasa Indonesia , minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
2.Abdul Rahman Shaleh mendefinisikan secara sederhana,minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang , aktivitas, atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang.
3.Menurut Dr. Zakiah Drajat, dkk Minat adalah kecenderungan jiwa yang tetap kejurusan suatu hal yang berharga bagi orang.Sesuatu yang berharga adalah sesuai dengan kebutuhan.
4.Menurut Decroly, minat itu adalah pernyataan suatu kebetulan yang tidak terpenuhi.Kebutuhan itu timbul dari dorongan hendak member kepuasan kepada suatu instink. Minat anak terhadap benda-benda tertentu dapat timbul dari berbagai sumber antara lain perkembangan instink dan hasrat, fungsi-fungsi intelektual, pengaruh lingkungan, pengalaman, kebiasaan, pendidikan dan sebagainya.
5.Menurut Whitherington, minat adalah kesadaran seseorang, bahwa suatu subyek, seseorang, suatu soal atau suatu situasi mengandung sangkut paut dengan dirinya. Minat menurut Slameto (1991 : 182), adalah sutu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu dari luar diri. Semakin kuat atau dekat dengan hubungan tersebut,semakin besar minat.
6.Drs. H.Abu Ahmadi, berpendapat minat adalah sikap jiwa seseorang termasuk emosi, yang tertuju pada sesuatu, dan dalam hubungan itu unsure perasaan yang terkuat. Muhibbin syah, M,Ed berpendapat secara sederhana,minat berarti kecenderungan dan kegiatan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.
(A. Ahmadi,2009)

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa minat adalah suatu proses kejiwaan yang bersifat abstrak yang dinyatakan oleh seluruh keadaan aktivitas, ada objek yang dianggap bernilai sehingga diketahui dan diinginka. Sehingga proses jiwa menimbulkan kecenderungan perasaan terhadap sesuatu, gairah atau keinginan terhadap sesuatu.Bisa dikatakan pula bahwa minat menimbulkan keinginan yang kuat terhadap sesuatu. Keinginan ini disebabkan adanya rasa dorongan untuk meraihnya, sesuatu itu bisa berupa benda, kegiatan, dan sebagainya baik itu yang membahagiakan ataupun menakutkan.

b.Ciri-ciri Minat
1.Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental . Minat juga berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental,contohnya perubahan minat karena perubahan usia.
2.Minat tergantung pada persiapan belajar
Kesiapan belajar merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya minat. Seseorang tidak akan mempunyai minat sebelum mereka siap secara fisik maupun mental.
3.Minat bergantung pada kesempatan belajar.
Minat anak-anak maupun dewasa bergantung pada kesempatan belajar yang ada, sebagian anak kecil lingkungannya terbatas pada rumah. Dengan pertumbuhan dilingkungan sosial mereka menjadi tertarik pada minat orang diluar rumah yang mereka kenal.
4. Perkembangan minat mungkin terbatas
Hal ini disebabkan oleh keadaan fisik yang tidak memungkinkan. Seseorang yang cacat fisik tidak memiliki minat yang sama pada olah raga seperti teman sebayanya yang normal. Perkembangan minat juga dibatasi oleh pengalaman social yang terbatas.
5.Minat berbobot emosional
Minat berhubungan dengan perasaan, bila suatu objek dihayati sebagai sesuatuyang sangat berharga, maka timbul perasaan senang yang akhirnya diminatinya. Bobot emosional menentukan kekuatan minat tersebut, bobot emosional yang tidak menyenangkan melemahkan minat dan sebaliknya, bobot emosional yang menyenangkan menguatkan minat. (http://aanborneo.blogspot.com/2012/07/minat-dan-perhatian.html) diunduh pada Maret 2015

c.Pentingnya Minat
Menurut Slameto (2010:57), Minat sangat besar pengaruhnya terhadap belajar,karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya,karena tidak ada daya tarik tersendiri baginya.sehingga siswa enggan untuk belajar,salah satunya dikarenakan siswa tidak memperoleh kepuasaan dari pelajaran itu kemudian menjadi bosan terhadap pelajaran tersebut.Bahan pelajaran yang menarik minat siswa,lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat mampu menambah kegiatan belajar yang aktif.Anak yang berminat terhadap suatu kegiatan ,baik permainan maupun pekerjaan,akan berusaha lebih keras untuk belajar dibandingkan dengan anak yang kurang minat.
Minat juga bisa menambah kegembiraan yang ditekuni setiap orang.Bila anak-anak berminat pada suatu kegiatan ,pengalaman mereka akan sangat jauh menyenangkan ,namun jika anak tidak memperoleh kesenangan maka mereka akan berusaha semampunya saja.Minat merupakan masalah yang penting dalam pendidikan,apalagi dikaitkan dengan aktivitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari.Minat yang ada pada diri seseorang akan memberikan gambaran dalam aktivitas untuk mencapai tujuan.
Dengan demikian minat menjadi pangkal permulaan dalam setiap aktivitas dan semua kegiatan.

d.Macam-macam Minat
Minat menurut Safran dalam Dewa Ketut Sumardi (1993:117),mengatakan bahwa minat dibedakan menjadi:
1.Minat yang diekspresikan
Seseorang dapat menentukan minat atau pilihannya dengan kata-kata tertentu,misalnya:seseorang mengatakan bahwa dirinya tertarik untuk mengumpulkan uang logam,perangko,dll.
2.Minat yang diwujudkan
Seseorang dapat mengungkapkan minat bukan hanya melalui kata-kata ,melainkan dengan perbuatan dan tindakan.Misal:kegiatan olahraga,pramuka,dsb.
3.Minat yang dapat diinventarisasikan
Seseorang menilai minatnya agar dapat mengukur dan menjawab terhadap pertanyaan tertentu atau urutan pilihannya terhadap aktivitas tertentu.
Sedangkan menurut Pasaribu dan Simanjuntak (1979:26) mengatakan bahwa minat dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
1.Minat aktual
adalah minat yang berlaku pada objek yang ada pada suatu saat dan ruangan yang kongkrit.Minat actual ini disebut perhatian yang merupakan dasar dari proses belajar.

2.Minat disposisional
Yaitu minat yang mengarah pada pembawaan (disposisi) dan menjadi ciri hidup seseorang. Minat bukanlah sesuatu yang tumbuh sejak lahir telah tertutup dan bukanlah merupakan keseluruhan yang tidak dapat berubah.
2. Keberanian

a.Pengertian Keberanian
Keberanian menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah keadaan berani.Sedangkan berani adalah mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dsb. (Kamus Bahasa Indonesia )
Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk.Aristoteles mengatakan bahwa, ”The conquering of fear is the beginningof wisdom.Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan”.Artinya,orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka.Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang disekitarnya.
Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal,yaitu visi (vision),tindakan nyata (action),dan semangat (passion).ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan,dan memudahkan kita meraih impian-impian.
Menurut Peter Irons keberanian adalah suatu tindakan memperjuangkan sesuatu yang dianggap penting dan mampu menghadapi segala sesuatu yang dapat menghalanginya karena percaya kebenarannya.
Paul Findley mengatakan bahwa keberanian adalah suatu sifat mempertahankan dan memperjuangkan apa yang dianggap benar dengan menghadapi segala bentuk bahaya ,kesulitan,kesakitan,dll.
b. Ciri-ciri umum keberanian :
> adanya tekad
> percaya diri
> konsistensi
> optimisme
c.Ciri-ciri khusus keberanian
> berpikir secara matang dan terukur sebelum bertindak

mampu memotivasi orang lain
> bertindak nyata
semangat
> menciptakan kemajuan
> siap menanggung resiko
> konsisten
(indramunawar.blogspot.in/2010/03/pengertian-dan-ciri-ciri-keberanian.html?m=1) diunduh pada maret 2015
3.Bercerita
Bercerita merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang secara lisan kepada orang lain dengan alat atau tanpa alat tentang apa yang harus disampaikan dalam bentuk pesan , informasi, atau hanya sebuah dongeng yang untuk didengarkan dengan rasa menyenangkan , oleh karena orang yang menyajikan cerita tersebut menyampaikannya dengan menarik. (Depdiknas,2005:5)

4.Bermain

a. Pengertian Bermain
1.Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang demi kesenangan (piaget, 1951)
2.Secara lebih umum dalam term psikologi, Joan Freeman dan Utami Munandar (1996) mendefinisikan bermain sebagai suatu aktivitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh, baik fisik, intelektual, sosial, moral, dan emosional.
3.Bermain menurut Elizabeth Hurlock (1987:320) adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya tanpa mempertimbangkan hasil akhir.
4.Menurut Karl Buhler dan Schenk Danziger, bermain adalah “kegiatan yang menimbulkan kenikmatan”. Dan kenikmatan itu menjadi rangsangan bagi perilaku lainnya.
5.Andang Ismail (2009:26) menuturkan bahwa permainan ada dua pengertian
Pertama,permainan adalah sebuah aktivitas bermain yang murni mencari kesenangan tanpa mencari menang atau kalah.
kedua,Permainan diartikan sebagai aktifitas bermain yang dilakukan dalam rangka mencari kesenangan dan kepuasan, namun ditandai pencarian menang-kalah.

b.Manfaat bermain bagi anak
Menurut buku “Games Therapy untuk Kecerdasan Bayi dan Balita” yang ditulis oleh Psikolog Effiana Yuriastien dkk,bermain mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut:
1.Memahami diri sendiri dan mengembangkan harga diri ketika bermain, anak akan menentukan pilihan-pilihan. Mereka harus memilih apa yang akan dimainkan. Anak juga memilih dimana dan dengan siapa mereka bermain. Semua pilihan itu akan membantu terbentuknya gambaran tentang diri mereka dan membuatnya merasa mampu mengendalikan diri.
2.Menemukan apa yang dapat mereka lakukan dan mengembangkan kepercayaan diri.
Permainan akan mendorong berkembangnya keterampilan fisik, sosial dan intelektual. Misalnya perkembangan keterampilan sosial dapat terlihat dari cara anak mendekati dan bersama dengan orang lain, berkompromi serta bernegosiasi.
Apabila anak mengalami kegagalan saat melakukan suatu permainan, hal itu akan membantu mereka menghadapi kegagalan dalam arti sebenarnya dan mengelolanya pada saat mereka bener-benar harus bertanggungjawab.
3.Melatih mental anak ketika bermain, anak berimajinasi dengan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan didalam dirinya.Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki sekaligus mendapat pengetahuan baru .
4.Meningkatkan daya kreativitas dan membebaskan anak dari stres.
Kreativitas anak akan berkembang melalui permainan. Ide-ide yang orisinil akan keluar dari pikiran mereka, walaupun kadang terasa abstrak untuk orang tua.
Bermain juga dapat membantu anak untuk lepas dari stress kehidupan sehari-hari. Stres pada anak biasanya disebabkan oleh rutinitas harian yang membosankan.
5.Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak.
Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi.Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok.Ketika anak memainkan peran ‘baik’ dan ‘jahat’ hal ini membuat mereka kaya akan pengalaman emosi .Anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.
6.Melatih motorik dan mengasah daya analisa anak.
Melalui permainan, anak dapat belajar banyak hal.Diantaranya melatih kemampuan menyeimbangkan antara motorik halus dan kasar. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan psikologisnya
Permainan akan memberi kesempatan anak untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus memecahkan masalah. Anak-anak akan berusaha menganalisa dan memahami persoalan yang terdapat dalam setiap permainan.
7.Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan anak.
Kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain, seringkali dapat terpenuhi dengan bermain. Anak yang tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata, mungkin akan memperoleh pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara saat bermain.
8.Standar moral
Walaupun anak belajar dirumah dan sekolah tentang apa yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok, tidak ada pemaksan standar moral selain dalam kelompok bermain.
9.Mengembangkan otak kanan anak.
Bermain memiliki aspek-aspek yang menyenangkan dan membuka kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebaya serta mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Dengan begitu, bermain memberi kesempatan pada otak kanan.

B.Hipotesis Tindakan
Berdasarkan landasan teori diatas, maka hipotesis penelitian tindakan yang akan dilakukan sebagai berikut:
“Melalui Permainan Bola-Bola Tersembunyi Diduga Dapat Meningkatkan Minat dan Keberanian Siswa dalam Bercerita Gambar Yang Disediakan”

C.Kriteria Keberhasilan
Penelitian ini dianggap berhasil apabila 75% dari siswa telah menunjukan minat dan keberaniannya dalam bercerita gambar yang disediakan.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: