Hukum berpacaran dalam islam dan dampaknya


Assalamu’alaikum

wudhu

Kali ini saya akan bahas mengenai Hukum Pacaran LDR dalam Islam . Kita tahu bahwa banyak sekali anak jaman sekarang tentunya yang menginjak usia remaja yang sudah bisa mempalingkan hatinya dari keluarga dan Allah ke lawan jenis, misalnya saja ada anak perempuan jatuh cinta ke teman cowo satu kelasnya. Sebenarnya pacaran dalam remaja sekarang di bagi 2 karena kecanggihan alat komunikasi yang sekarang ini sudah merajai dimana-mana sehingga pacaran pun bisa dilakukan dengan jarak jauh. Yaitu pacaran Kopdar atau Kopi Darat yang berarti ketemuan dan sebagainya, terus LDR (Long Distance Relationship) yang artinya hubungan jarak jauh. Lalu bagaimana Islam sendiri memandang kedua masalah ini ?

Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang mendekati.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra, 17 : 32)

Lalu apa saja perbuatan dan sikap yang tergolong mendekati zina itu ? Diantaranya adalah Saling memandang, merajuk atau manja baik langsung atau dalam text/chat, bersentuhan, berpelukan, teleponan hanya untuk memecah rasa kangen. Karena unsur tersebut sangat di larang dalam Islam, maka dari itulah Pacaran dalam bentuk apapun itu Haram hukumnya.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits sebagai berikut:
Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: “Tidak ada yang ku perhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil dari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan (pemenuhan nafsu syahwat), maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya.

(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)
Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al-Qur’an berikut:
Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.
(HR. Al-Bukhari dan Imam Muslim)

 

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan.

(HR. Imam Ahmad)

 

Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.(Hadist Hasan, Thabrani dalam Mu’jam Kabir 20/174/386)

Demi Allah, tangan Rasulallah SAW tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) sama sekali meskipun dalam keadaan memba’iat. Beliau tidak memba’iat mereka kecuali dengan mangatakan: “Saya ba’iat kalian.(HR. Al-Bukhari)

 

Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.(HR. Malik, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

 

Telah berkata Aisyah r.a. “Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai’atnya (mengambil janji) dengan perkataaan.

(HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah).

 

Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram.

(HR. Abu Dawud, Ath-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)

 

Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan (menundukan) pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari Kiamat.(HR. Imam Ahmad)

 

Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulallah SAW tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan (menundukan) pandanganku.(HR. Imam Muslim)

 

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidak-lah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (merendahkan suara) dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.(QS. Al-Ahzab, 33 : 32)

 

Dalam bahasa mudahnya, kami menyempurnakan dengan fase berikut; Pacaran dan LDR itu sama sama dosa karena apa ? karena bisa menimbulkan hal-hal yang berkaitan dengan nafsu berlebihan seperti manja, mengandalkan seseorang, marah, cemburu, kesal,dll. Dan dari sebab itu pula kita tidak bisa menjamin apa kita bisa menjaga semua aurat kita dalam pacaran dan LDR termasuk suara di telepon, suara ketawa, dan sebagainya. Ada baiknya jika ada orang yang menyukai Anda, bisa di kasih pencerahan dengan artikel ini.

 

Lalu bagaimana cara terbaik kalau kita suka sama seseorang ? Kalau kita masih muda dan masih disibukan dengan aktifitas pribadi, sebaiknya rasa cinta kasih sayang kita hanya kita persembahkan ke Allah dan Orang Tua serta Keluarga kita, jangan pernah yang namanya mencoba jaga hati karena kita tidaklah tau apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk ucapan jaga hati takutnya kita tak sesuai dengan ucapan kita, rujuknya ke dosa . Adapun jika kita sudah mantap untuk nikah tetapi misal terganjal harus nunggu wisuda atau sejenisnya, maka yang benar caranya adalah berpuasa atau dengan cara menyibukan diri dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Dan apabila kita sudah tidak tahan untuk melakukan itu dank arena takut dosa maka caranya adalah dengan menikah, itu akan lebih baik. Dalam islam ada beberapa cara yang bisa dilakukan selain berpacaran yaitu dengan cara Ta’aruf. Apa itu ta’aruf adalah mempertemukan antara seorang laki-laki dan seorang wanita dengan tujuan untuk menikah. Yang mempertemukan adalah orang lain dan didampingi oleh mahramnya., bisa orang tua, saudara, teman, ustadz, atau yang lain. Dan jangka waktu pun seharusnya tidak boleh terlalu lama antara 1-2 bulan apabila keduanya telah bertemu dan sudah merasa cocok, maka segeralah untuk menikah. Karena dikhawatirkan bila terlalu lama akan jatuh kepada hal-hal yang dilarang oleh agama yang telah diterangkan diatas.

 

Apa dampaknya negative bila kita berpacaran

Kebanyakan orang-orang yang berpacaran yang paling banyak mendapatkan hal-hal yang tidak baik adalah seorang wanita, bisa sakit hati, ditinggalin, dimanfaatkan oleh pacarnya, dan apabila hubungannya sudah terlalu jauh wanita pula yang mendapatkan akibatnya bila sampai melakukan hubungan selayaknya suami istri dan hamil maka wanita pula yang mendapatkan akibat dampak dari pacaran belum lagi mendapatkan dosa karena perbuatan tersebut dilarang oleh agama islam.

 

Apa dampak positif bila kita berpacaran

Dampak positif bila kita berpacaran menurut saya tidak ada dampak postifnya karena semuanya adalah merugikan, baik laki-lakinya maupun wanitanya. Karena perbuatan tersebut dilarang oleh agama islam.

Demikian semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Wassalamualaikum wr.wb.

 

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: