Prancis Perintahkan Google Hapus Hasil Pencariannya


Pengadilan tertinggi Eropa memutuskan pada Mei tahun 2014 bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengontrol apa saja yang muncul di online ketika nama mereka dicari oleh orang secara online. Dari keputusan ini, regulator privasi data pribadi di Prancis menolak banding yang diajukan Google, dari perintah untuk menghapus hasil pencarian di Google Search di seluruh dunia atas permintaan pengguna.

Perancis-Putuskan-Google_images_data_2015_september_thumb_other400_0

Juru bicara Google mengatakan bahwa mereka merasa keberatan dengan keputusan Pengadilan Prancis dan Pengadilan tertinggi Eropa. Namun di sisi lain, Pengadilan tinggi Eropa mengatakan bahwa setiap perusahaan yang beroperasi di Eropa wajib untuk mematuhi hukum yang berlaku di Eropa. Tidak terkecuali Google.

Google mengatakan bahwa kebijakan Pengadilan tertinggi Eropa dan Pengadilan Prancis adalah untuk melakukan pengawasan sepihak. Google mengungkapkan telah menerima 318.269 buah permintaan untuk penghapusan hasil pencarian, dan Google sudah menghapus sekitar 40% dari URL yang dievaluasi sebagai bagian dari permintaan hasil pencarian. Link dari Facebook menyumbang sebagian besar situs web yang juga ikut dihapus.

Jika seorang warga negara Prancis mengirimkan permintaan ke Google untuk menghapus pencarian jati dirinya dari Google Search, maka Google harus mematuhi perintah tersebut. Ini wajib berlaku untuk Google Search dan cakupan link di seluruh dunia, tidak hanya pada ekstensi Eropa di mesin pencari, seperti .fr, .es, atau .de misalnya.
Pengadilan tinggi Eropa mengatakan bahwa jika Google membangkang dan melanggar ini, maka Google akan menghadapi sanksi. Hanya saja sejauh ini Google belum memberikan tanggapan langsung. Akan tetapi telah mengisyaratkan bahwa mereka harus menyetujui permintaan pengadilan tinggi Eropa dan Pengadilan Perancis. (Nariswari)

sumber : baca disini

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: