ADAB YANG HARUS DIPERHATIKAN KETIKA HENDAK MEMINANG SEORANG WANITA


BUNGA

Semoga Allah Merahmati Orang Yang Mengenali Kadar Dirinya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[ سائل ] يستفسر عن صحة هذا الحديث ( رحم الله امرأً عرف قدر نفسه ) هل له أصل ، وهل هو وارد في الأحاديث ؟ .

فأجاب الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى :
لا أعلم له أصلًا ؛ لكن معناه صحيح ؛ لأن الإنسان إذا عرف قدر نفسه خضع لربه ، وقام بعبادته ، وعرف أنه لا غنى له عن ربه طرفة عين .
وإذا عرف نفسه عرف قدره بين الناس ، فتحمله هذه المعرفة على أن لا يتكبر عليهم ولا يحتقرهم ؛ لأن الكبرياء من كبائر الذنوب ، وغمط الناس من الأمور المحرمة .

ولهذا لمّا حذر النبي صلى الله عليه وسلم من الكبر ؛ قالوا يا رسول الله : كلنا يحب أن يكون ثوبه حسنًا ، ونعله حسنًا .
فقال عليه الصلاة والسلام : (( إن الله جميل يحب الجمال ، الكبر بطر الحق ، وغمط الناس ))
فـ (( بطر الحق )) : يعني رده .
(( وغمط الناس )) : يعني احتقارهم ، وازدراءهم .
فإذا عرف الإنسان قدر نفسه ؛ عرف منزلته بين الناس ، ونَزَّلَ نفسه منزلتها ؛ فتواضع لخلق الله ، لله عز وجل ، ومن تواضع لله رفعه الله . نعم

( فتاوى نور على الدرب ) – شريط رقم 250 – الوجه ( ب ) [ – ( س٦ )

Soal:
Seorang penanya meminta penjelasan tentang kashahihan hadits ini:

asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullaah.

PERTANYAAN: Apabila seorang pemuda datang untuk meminang seorang putri remaja apakah ia wajib melihatnya? Apakah diperbolehkan wanita tersebut membuka kepalanya agar kelihatan lebih jelas KECANTIKANNYA bagi sang pelamar? Dengan hormat saya mohon penjelasannya.

JAWABAN:

Tidak apa-apa, akan tetapi itu tidak wajib. Dan dianjurkan baginya melihat wanita yang dilamar, demikian pula wanita tersebut juga melihatnya, karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan kepada lelaki yang melamar seorang wanita agar melihatnya.

Yang demikian itu lebih menumbuhkan rasa cinta kasih diantara keduanya. Jika wanita tersebut membuka wajah dan kedua telapak tanganya serta kepalanya tidaklah mengapa.

✔ Sebagian Ulama berpendapat cukup wajah dan kedua telapak tangannya saja. Pendapat yang shahih adalah tidak mengapa sang pelamar melihat kepala, wajah, kedua telapak tangan, dan kedua kaki wanita yang dilamarnya itu. Hal ini berdasarkan hadits diatas.

Akan tetapi hal tersebut tidak boleh dilakukan secara berduaan, melainkan harus didampingi oleh sang ayah wanita tersebut atau saudaranya yang laki-laki atau yang lainnya.

Sebab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ﻻ ﻳﺨﻠﻮﻥ ﺭﺟﻞ ﺑﺈﻣﺮﺃﺓ ﺇﻻ ﻭﻣﻌﻬﺎ ﺫﻭ ﻣﺤﺮﻡ.

“Jangan sampai seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita, kecuali didampingi oleh mahramnya” (Muttafaqun ‘alaihi).

Sabda beliau juga:

ﻻ ﻳﺨﻠﻮﻥ ﺭﺟﻞ ﺑﺎﻣﺮﺃﺓ ﺇﻻ ﻛﺎﻥ ﺛﺎﻟﺜﻬﻤﺎ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ.

“Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita melainkan yang ketiganya adalah SETAN”. (HR. al-Imam at-Tirmidzi dan al-Imam Ahmad dari hadits Ibnu ‘Umar, Jabir, dan ‘Amir bin Rabi’ah radhiyallaahu ‘anhum).

Sumber: Majalah al-Buhuts al-‘Ilmiyyah, edisi 136 dan 137.

Alih Bahasa: Abu Utbah Miqdad hafizhahullaah.

WA Forum Riyadhul Jannah Wonogiri.

إتباع السنة

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: