penyebab anak kurang kasih sayang orang tua


klr

Assalamu’alaikum wr wb.

Artikel kali ini adalah membahas tentang penyebab anak kurang kasih sayang orang tua kenapa masalah ini bisa terjadi. disebabkan karena ada bebrapa hal. Dan masalah penyebab anak kurang kasih sayang orang tua disebabkan karena pada zaman sekarang para orang tua banyak beraktifitas di luar rumah karena tuntutan kerja. karena para bapak-bapak, ibu-ibu sekarang banyak memilih untuk mengejar karir yang selalu diidam-idamkan oleh semua orang, berangkat pagi pulang sore bahkan malam sehingga orang tua lebih sedikit untuk bertemu antara anak dan orang tua. kebanyakan para orang tua zaman sekarang lebih baik bekerja dari pada mengurus anak sedangkan anaknya diurus oleh orang lain seperti suster, ditaruh dipenitipan anak (PAUD) atau disekolahkan. yang seharusnya masih dalam pantauan orang tua atau masih perlu kasih sayang orang tua. penyebab-penyebab anak yang kurang kasih sayang orang tua ada beberapa contoh perilaku anak yang kurang kasih sayang oleh kedua orang tua.

  1. Anak kurang ceria apa bila bertemu dengan kedua orang tua.
  2. Anak kurang respon bila ketemu bapak atau ibunya pulang dari kerja atau bepergian.
  3. Anak akan mudah marah, mudah emosi bila tidak suka terhadap sesuatu masalah.
  4. Bersikap biasa saja adanya kedua orang dirumah atau tidak dirumah.
  5. Suka mencari perhatian
  6. Anak suka murung dab menyendiri.
  7. Anak tidak suka bercanda-canda dengan kedua orang tua
  8. Anak akan lebih suka kedua orang tuanya tidak berada dirumah
  9. Anak suka bepergian, bermain kerumah temen / tidak betatah dirumah.
  10. Anak kurang percaya diri
  11. Anak akan lebih bandel dan akan melawan orang tua.
  12. Anak akan lebih sukar diatur / dinasehati
  13. dan masih banyak lagi.

untuk masalah ini seharusnya para orang tua harus meluangkan waktu untuk selalu berkomunikasi terhadap anak-anaknya agar antara anak dan orang tua saling berkomunikasi dan saling terbuka terhadap semua persoalan atau kesulitan yang dihadapi dan saling menasehati, berdiskusi/bermusawarah terhadap anak dan orang tua.

demikian semoga bermanfaat

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: