Link Agregasi Menggunakan Cisco EtherChannel


jaringanpart2_1-500x340

Menurut Conlan (2009, p57), EtherChannel adalah sebuah teknik peningkatan agregasi bandwidth antara switch dengan switch (switch to switch), yang memberikan beberapa layanan link secara multipleks melalui port-port switch pada fast atau gigabit ethernet (kartu jaringan), ke satu jalur logikal. EtherChannel dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas bandwidth pada sebuah koneksi ke single server. EtherChannel adalah sebuah metode lintas platform yang mendukung load balancing, diantara perangkat servers, switches dan routers. EtherChannel dapat melakukan kombinasi dua, empat, atau delapan port (tergantung daripada platform switch) menjadi satu logikal link yang terhubung dan dapat juga sekaligus sebagai redundant (backup link).

Etherchannel adalah suatu teknologi trunking yang digunakan oleh switch Cisco catalyst dimana sejumlah fisikal port pada device digabung menjadi satu jalur logika saja, dalam satu buah port group. Fungsinya adalah untuk meningkatkan kecepatan koneksi antar switch, router ataupun server, dan jika salah satu port atau jalur rusak atau mengalami failover, maka port group akan tetap bekerja menggunakan jalur atau port yang lain.

EtherChannel adalah istilah untuk teknologi berbasis perangkat Cisco yang memungkinkan pembuatan link hingga delapan fisik ethernet link, ke satu link logis. Pada awalnya teknologi ini disebut dengan Fast EtherChannel (FEC), atau saat teknologi Ethernet hanya tersedia di Fast Ethernet. Teknologi ini juga disebut Gigabit EtherChannel (GEC), atau lebih umum, hanya disebut dengan istilah Port Channel. Untuk vendor umum diluar perangkat Cisco istilah yang digunakan untuk link agregasi tersebut adalah Link Aggregation, atau disingkat dengan LAG.

Melalui protokol EtherChannel, kecepatan satu link tunggal Logis, sama untuk agregat kecepatan semua link fisik yang digunakan. Sebagai contoh, jika Anda membuat EtherChannel dari empat 100 Mbps Ethernet Link, maka EtherChannel akan memiliki kecepatan 400 Mbps.

1. Keuntungan EtherChannel

Menurut (Cisco EtherChannel Technology, p1) adapun keuntungan daripada teknologi EtherChannel ini adalah:

a.Berbasis Standards IEEE 802.3 -compliant Ethernet

Teknologi Cisco EtherChannel dibangun berdasarkan protokol IEEE 802.3-compliant Ethernet, dengan pengelompokan beberapa full-duplex point-to-point link secara bersama-sama. Teknologi EtherChannel menggunakan mekanisme IEEE 802.3 untuk full-duplex autonegotiation, dan autosensing ketika layanan tersebut dibutuhkan.

b.Multiple platforms

Teknologi Cisco EtherChannel sangatlah fleksibel dan dapat digunakan di mana saja, bahkan dalam jaringan yang sering terjadi hambatan. Dapat digunakan di jaringan untuk meningkatkan bandwidth antara switch, dan antara router dan switch, serta menyediakan scalable bandwidth untuk server jaringan, seperti server UNIX atau PC berbasis Web server.

c.Fleksibel dalam meningkatkan bandwidth

Teknologi Cisco EtherChannel menyediakan agregasi bandwidth dalam kelipatan dari 100 Mbps, 1 Gbps atau 10 Gbps, tergantung pada kecepatan link agregat. Sebagai contoh, admin jaringan dapat menerapkan teknologi EtherChannel yang terdiri dari pasangan Fast Ethernet Link full-duplex untuk memberikan lebih dari 400 Mbps antara kabel dan data center. Di data center, bandwidth hingga 800 Mbps dapat disediakan antara server dan jaringan tulang punggung (backbone) untuk memberikan dan meningkatkan sejumlah bandwidth yang scalable.

d.Load Balancing

Teknologi Cisco EtherChannel terdiri dari beberapa Fast Ethernet Link dan mampu melakukan load balancing lalu lintas link tersebut, baik itu dengan metode Unicast, Broadcast, dan Multicast hingga merata di seluruh link, memberikan kinerja yang lebih tinggi dan jalur paralel backup. Ketika link mengalami kegagalan, lalu lintas diarahkan ke link yang tersisa tanpa campur tangan pengguna (user) dan dengan paket hilang (packet loss) yang minimal.

e.Ketahanan dan konvergensi yang cepat

Ketika link mengalami kegagalan, teknologi Cisco EtherChannel menyediakan pemulihan otomatis oleh redistributing beban di seluruh link tersisa. Ketika link gagal, teknologi Cisco EtherChannel akan mengarahkan lalu lintas dari link gagal ke link tersisa, dalam waktu kurang dari satu detik. Konvergensi ini merupakan bersifat transparan kepada pengguna (user).

f.Kemudahan manajemen

Teknologi Cisco EtherChannel mengambil keuntungan dari pengalaman produk Cisco, yang dikembangkan selama bertahun-tahun dalam pemecahan masalah, dan mempertahankan jaringan Ethernet. Ada banyak terdapat jaringan yang digunakan untuk manajemen lalu lintas dan melakukan pemecahan masalah, dan aplikasi manajemen seperti CiscoWorks dan aplikasi manajemen pihak ketiga yang sekarang mengakui teknologi EtherChannel.

g.Transparan untuk aplikasi jaringan
Teknologi Cisco EtherChannel tidak memerlukan perubahan aplikasi jaringan. Ketika EtherChannel digunakan dalam kampus, switch dan router akan menyediakan load balancing beberapa link yang bersifat transparan untuk pengguna jaringan. Untuk mendukung teknologi EtherChannel pada kelas enterprise server dan kartu antarmuka jaringan, perangkat lunak smart driver dapat mengkoordinasikan distribusi beban di beberapa antarmuka jaringan.

h.Compatible dengan Cisco IOS ® Software

Cisco EtherChannel memiliki koneksi yang kompatibel sepenuhnya dengan Cisco IOS virtual LAN (VLAN) dan routing teknologi. Inter-Switch Link (ISL) VLAN Trunking Protocol (VTP) dapat membawa beberapa VLAN pada EtherChannel link.

i.Kompabilitas 100 Megabit, 1 Gigabit, dan 10 Gigabit Ethernet

Teknologi Cisco EtherChannel tersedia dalam semua kecepatan Ethernet link. Teknologi EtherChannel memungkinkan admin jaringan untuk menyebarkan jaringan dengan lancar melalui dukungan ketersediaan teknologi generasi berikutnya, berbasis standar Ethernet protocol.

j.Dukungan kompabilitas dengan konverter antarmuka Gigabit Coarse Wavelength

Division Multiplexing (CWDM), Secara bersamaan menerapkan teknologi Gigabit EtherChannel dan CWDM, admin jaringan dapat meningkatkan link bandwidth mereka tanpa harus berinvestasi menggunakan media fiber optic. CWDM teknologi memungkinkan lalu lintas yang dikumpulkan oleh Cisco EtherChannel link ke multiplexed pada satu kabel fiber optic.

2. Komponen-komponen EtherChannel

Menurut (Cisco System,Inc), teknologi Cisco EtherChannel terdiri dari beberapa elemen-elemen penting, diantaranya adalah:

a.Fast Ethernet Link

Koneksi Cisco EtherChannel, dapat terdiri dari satu sampai delapan standar industri Fast Ethernet link untuk memuat bandwidth hingga 80 Gbps pada pembagian lalu lintas. Koneksi EtherChannel, dapat melakukan interkoneksi antara LAN switch, router, server dan klien. Dikarenakan load balancing sudah terintegrasi dengan arsitektur Cisco Catalyst ® LAN, maka tidak ada penurunan kinerja ketika admin menambahkan link ke saluran, throughput yang tinggi dan latency rendah dapat dipertahankan sebelum mendapatkan ketersediaan bandwidth yang lebih. Teknologi EtherChannel menyediakan ketahanan link dalam saluran, jika salah satu link gagal, maka lalu lintas langsung diarahkan ke link tersisa. Kesimpulannya adalah teknologi EtherChannel bukanlah tergantung pada jenis medianya. Teknologi EtherChannel dapat digunakan dengan Ethernet yang berjalan pada kabel unshielded twisted pair (UTP), atau single mode dan multimode fiber optic.

b.Teknologi Cisco EtherChannel merupakan fitur standar di seluruh seri Cisco Catalyst

switch, dan Cisco IOS ® yang berbasis perangkat lunak router. Menggunakan algoritma load-sharing yang digunakan secara bervariasi antar platform, yang memungkinkan untuk menjalankan keputusan berdasarkan sumber atau tujuan melalui pengalamatan berbasis Media Access Control (MAC), IP Address, atau penomoran berbasis port TCP/UDP.

c.Redundansi
Teknologi Cisco EtherChannel tidak memerlukan penggunaan 802.1 D (Spanning Tree Protocol), untuk mempertahankan keadaan topologi dalam saluran. Sebaliknya, ia menggunakan sebuah protokol peer-to-peer, yang menyediakan autokonfigurasi dan konvergensi berbasis subseconds untuk link yang paralel, namun juga memungkinkan protokol tingkat yang lebih tinggi (seperti Spanning Tree Protocol) atau protokol-protokol routing yang digunakan untuk mempertahankan topologi. Pendekatan ini memungkinkan teknologi EtherChannel, menggunakan fitur pemulihan jaringan tanpa menambahkan kompleksitas, atau menciptakan tidak kompatibel nya dengan alat-alat hardware & software dari pihak ketiga.

d.Manajemen
Teknologi Cisco EtherChannel mudah dikonfigurasi dengan antarmuka baris perintah (CLI/Command Line Interface), atau oleh aplikasi berbasis SNMP monitoring seperti CiscoWorks. Seorang manajer jaringan perlu mengidentifikasi, dan menentukan jumlah port yang akan dibuat saluran, dan kemudian menghubungkan perangkat-perangkat tersebut dengan mudah.

CiscoWorks untuk perangkat berbasis Switch Internetworks, akan menampilkan grafis keadaan EtherChannel yang memperlihatkan koneksi antar perangkat, mengumpulkan informasi statistik untuk kedua individu Ethernet Link dalam saluran, dan statistik gabungan untuk sambungan agregat EtherChannel.

Kemudahan lain pada proses manajemen adalah, teknologi EtherChannel sudah secara terintegrasi memiliki kemampuan untuk mendeteksi, melaporkan, dan mencegah penggunaan salah pemasangan interface dalam saluran, baik itu dikarenakan adanya missmatched kecepatan antara link, dan secara konsisten memonitor konfigurasi yang diterapkan, agar dipastikan aktif pada keseluruhan jaringan

sumber : http://news.palcomtech.com

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: