BUDIDAYA LABI-LABI


BUDIDAYA LABI-LABI
(Trionyx Cartilageneous)

1. Nama lain:

• Trionyx Cartilageneous (Latin)
• Soft shelled turtle (Inggris)
• Soft shelled terrapin (Inggris)
• Bulus (Indonesia)
• Bidawang Kalimantan Selatan)

2. Morfologi:
• Bentuk tubuh oval/agak bulat (dilihat dari atas), pipih, tanpa sisik.
• Punggung (karapas) berwarna abu-abu kehitaman, dan bagian perut (plastron) berwarna putih pucat sampai kemerahan, terbungkus oleh kulit yang liat.
• Hidungnya memanjang membentuk tabung seperti belalai.
• Memiliki 4 – 5 jari (berkuku 3 buah) yang bisa digerakkan keluar masuk, masing-masing tungkai kaki berselaput renang yang cukup besar juga bisa dipakai untuk berlari di daratan.
• Tidak bergigi, tetapi rahangnya sangat kuat dan kejam.

3. Habitat dan penyebaran:
• Menyukai parairan tenang dengan dasar berpasir dan sedikit berlumpur, terdapat batu-batuan serta tidak terlalu dalam.
• Menyukai perairan yang banyak dihuni oleh hewan air, serta di permukaannya banyak terdapat tumbuhan air.
• Labi-labi tersebar hampir di seluruh Indonesia, khusus untuk jenis Trionyx cartilageneous umum terdapat di Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

4. Tingkah Laku:
• Umumnya tidak berkelompok, sangat kanibal dan suka berkelahi.
• Lebih aktif pada cuaca yang lebih panas.
• Pada musim dingin, lebih menyukai membenamkan diri di lumpur/pasir di bagian yang dangkal.
5. Reproduksi:
• Gonadnya matang sekitar bulan Mei – Juni, ketika suhu air ± 20 0C.
• 2 minggu setelah memijah, labi-labi betina akan naik ke darat untuk bertelur (betina muda bertelur ± 20 butir, yang dewasa ± 50 butir) dalam setahun bisa 3 – 4 kali.
• Telur akan menetas setelah sekitar 2 – 3 bulan.

6. Perawatan Labi-Labi Muda (Tukik):
• Labi-Labi yang baru keluar dari telur disebut juga tukik, berdiameter sekitar 2 – 3 cm (± 3 gram), sudah memerlukan makanan dari luar, sehingga harus dipelihara dalam kolam pendederan.
• Untuk merangsang nafsu makan, dan mempercepat pertumbuhannya, suhu air dipertahankan ± 32 0C.

7. Persiapan Kolam Pendederan:
• Ukuran luas kolam disesuaikan dengan lahan yang tersedia, bebas banjir, dan kepadatan labi-labi yang akan dipelihara.
• Sebaiknya menggunakan kolam yang dindingnya terbuat dari semen atau kayu ulin yang tegak lurus.
• Tinggi pamatang kolam dari permukaan air minimal 50 cm, dan kedalaman airnya sekitar 40 – 60 cm.
• Pada permukaan air kolam pendederan, diberi tanaman air seperti eceng gondok, juga dipasang rakit bambu sebagai tempat pakan sekaligus untuk tempat labi-labi berjemur.

8. Pembesaran Labi-Labi:
• Labi-Labi muda (takik) dibesarkan di kolam pendederan yang telah disiapkan dengan kepadatan optimal sekitar 2 ekor/m2, selama 8 – 12 bulan untuk mencapai berat 500 – 800 gram (ukuran pasar).
• Pakan berupa ikan rucah yang diletakkan pada tempat pakan.
• Suhu agar dipertahankan sekitar 26 – 30 0C, untuk maenjaga nafsu makannya.
• Untuk menjaga kualitas air, perlu penggantian air secukupnya, serta efisiensi pemberian pakan.
• Didapatkan jantan 50%.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi:
Loka Budidaya Air Tawar Mandiangin Kalimantan Selatan
Jl. Tahura Sultan Adam Mandiangin Kalimantan Selatan
Tel/Fax: (0511) 780758

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: