Cilacap tanam 1.000 pohon di lahan bakau


Cilacap (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Cilacap menanam sebanyak 1.000 bibit pohon bakau ditanam di Desa Ujungalang, Kecamatan Kampunglaut, dalam peringatan Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2012 Tingkat Kabupaten Cilacap, Kamis.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan (DKP2SDKSA) Cilacap Mochammad Harnanto mengatakan, kegiatan ini melibatkan Mucronata (Mangroveers Community for Fun and Activity) bekerjasama dengan Pusat Mitigasi Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

“Selain penanaman bibit pohon, kegiatan ini juga diisi dengan aksi membersihkan kawasan hutan mangrove Segara Anakan dari sampah-sampah anorganik,” katanya.

Menurut dia, keberadaan lahan basah di Cilacap khususnya yang berada di Segara Anakan saat ini terdegradasi oleh tumpukan sampah anorganik yang dapat mengganggu ekosistem di kawasan hutan mangrove ini.

Kendati demikian, dia tidak menyebutkan luasan lahan basah di Cilacap khususnya Segara Anakan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, dalam kebijakan terhadap ekosistem saat ini telah ditetapkan definisi lahan basah yang meliputi daerah rawa, payau, lahan gambut, dan perairan.

Menurut dia, lahan basah tersebut dapat berupa lahan alami atau buatan dan dapat bersifat tetap atau sementara dengan air tergenang atau mengalir termasuk jenis tawar, payau atau asin.

Dalam hal ini, kata dia, wilayah perairan laut dengan kedalaman tidak lebih dari enam meter pada waktu surut dapat didefinisikan sebagai lahan basah.

Ia mengatakan, definisi ini juga terkait dengan Konvensi Ramsar, yakni sebuah upaya pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

“Dari dasar definisi tersebut, maka Ramsar menglasifikasikan ekosistem lahan basah dalam tiga golongan, yakni perairan darat, perairan laut, dan perairan yang dibuat oleh manusia,” katanya

sumber : http://www.antaranews.com

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: